KINIGORONTALO.COM – Suasana pasar takjil di Kawasan Kampus 1 Universitas Negeri Gorontalo semakin ramai saat menjelang waktu berbuka puasa. Penjualan hidangan buka puasa di Pasar Takjil membawa suasana istimewa di bulan Ramadan, khususnya bagi umat muslim di Gorontalo. Kamis (20/03/25).
Setiap tahun di Bulan Ramadan, masyarakat Indonesia identik dengan berbagai tradisi, salah satunya adalah berburu takjil menjelang berbuka puasa. Pasar takjil yang muncul di berbagai daerah menjadi bagian dari semarak Ramadan, di mana masyarakat berburu makanan khas untuk berbuka puasa. Ramadan tidak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga mempererat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Suasana sore di bulan Ramadhan selalu dipenuhi dengan hiruk-pikuk pasar takjil. Salah satu lokasi yang menjadi pusat keramaian di Gorontalo adalah kawasan depan Kampus 1 Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Setiap hari menjelang waktu berbuka, deretan pedagang menjajakan aneka hidangan lezat untuk berbuka puasa. Mulai dari gorengan, es buah, kolak, hingga makanan khas Gorontalo seperti lalampa dan binte biluhuta, semua tersedia menggoda selera.
Berdasarkan pantauan di lokasi, masyarakat yang hadir dari berbagai kalangan tampak antusias berburu takjil. Mereka sibuk memilih hidangan favorit takjil untuk berbuka puasa. Beberapa di antaranya adalah mahasiswa yang ingin menikmati makanan praktis setelah seharian beraktivitas di kampus, sementara yang lain adalah pekerja dan warga sekitar yang mencari menu berbuka tanpa harus memasak sendiri.
Pasar takjil ini mulai ramai sekitar pukul 16.00 WITA. Berbagai jenis makanan dan jajanan tradisional, tersedia dengan harga yang terjangkau. Salah satu pedagang kue tradisional, Siti, dirinya mengaku dagangannya selalu habis sebelum azan magrib. “Alhamdulillah, setiap hari ramai. Biasanya dalam waktu dua jam, semua takjil yang saya jual sudah habis,” ujar Siti, saat ditemui di kawasan Pasar Takjil. Sementara itu, salah seorang mahasiswi, Ayu, mengatakan bahwa pasar takjil ini sangat membantu karena memudahkan mahasiswa yang tidak sempat memasak sendiri. “Kami yang tinggal di kos-kosan merasa terbantu. Banyak pilihan makanan dengan harga murah, jadi bisa berbuka dengan variasi menu setiap hari,” kata Ayu.
Selain itu, arus lalu lintas di sekitar pasar takjil menjadi lebih padat karena banyaknya kendaraan yang berhenti untuk membeli makanan. Dengan tingginya antusiasme masyarakat, suasana pasar takjil diperkirakan akan tetap ramai hingga akhir Ramadan. Meski demikian, pengunjung diimbau untuk tetap menjaga ketertiban dan kebersihan agar kenyamanan bersama tetap terjaga.
Pasar takjil di sekitar Universitas Negeri Gorontalo menjadi salah satu pusat keramaian selama bulan Ramadan, dengan semaraknya pasar takjil di depan Kampus, tradisi ini terus menjadi bagian tak terpisahkan dari Ramadhan di Gorontalo. Selain memenuhi kebutuhan berbuka, suasana ramai dan kebersamaan yang terjalin menjadikan bulan suci ini semakin bermakna.