Tim Teknik Sipil UNG Latih Warga Desa Otopade Mengawetkan Bambu dengan Metode Hidrostatis

KINIGORONTALO.COM, Kabupaten Gorontalo, 20 November 2025 — Tim Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa pelatihan pengawetan bambu menggunakan metode hidrostatis di Desa Otopade, Kecamatan Bongomeme. Desa ini dikenal sebagai salah satu sentra penghasil bambu yang banyak dimanfaatkan warga sebagai bahan bangunan, kerajinan, hingga kebutuhan usaha seperti gudang penampungan batu bata dan kandang ternak.

Pelatihan ini dipimpin oleh tim ahli dari Jurusan Teknik Sipil UNG yang terdiri atas Ir. Rawiyah Husnan, M.T., Dr. Frice L. Desei, M.Sc., Dr. Marike Mahmud, M.Si., dan Arif Supriyatno, M.T. Kegiatan dimulai dengan survei lapangan, sosialisasi, hingga praktik langsung bersama masyarakat.

Menurut tim pengabdian, salah satu kendala terbesar yang dialami warga adalah rendahnya keawetan bambu akibat serangan serangga bubuk. Kondisi ini membuat sebagian masyarakat enggan menggunakan bambu karena mudah rusak, baik sebelum maupun setelah ditebang.

Selama ini, sebagian warga masih menggunakan metode tradisional dengan merendam bambu selama 3 hingga 12 bulan. Namun cara ini tidak hanya memakan waktu lama, tetapi juga berpotensi mengurangi kekuatan dan estetika bambu.

Dalam pelatihan tersebut, tim UNG memperkenalkan teknik pengawetan bambu dengan tekanan hidrostatis. Metode ini bekerja dengan memasukkan larutan pengawet ke dalam aliran sap bambu, sehingga cairan pengawet menggantikan pati yang menjadi makanan serangga. Teknik ini dapat dilakukan menggunakan gravitasi, pompa listrik, maupun pompa manual.

Untuk kondisi Desa Otopade yang berbukit dan jauh dari akses listrik, tim menyarankan penggunaan metode Morisco, yaitu metode pengawetan dengan pompa manual dan tabung udara bertekanan. Selain ringan dan mudah digunakan, metode ini memungkinkan proses pengawetan dilakukan langsung di lokasi penebangan agar sap bambu lebih mudah dikeluarkan.

Kegiatan pelatihan berlangsung interaktif dengan praktik langsung pengawetan bambu di lapangan. Warga terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta mendapatkan pemahaman baru mengenai karakteristik bambu, manfaatnya, serta teknik pengawetan dengan tekanan hidrostatis. Warga juga berencana mengembangkan peralatan yang digunakan untuk keperluan pengawetan bambu sebagai bahan struktur bangunan maupun mebel.

Dengan adanya pelatihan ini, masyarakat Desa Otopade diharapkan mampu meningkatkan kualitas bambu lokal sehingga dapat menjadi alternatif material bangunan yang kuat, tahan lama, dan lebih ekonomis dibandingkan kayu yang semakin mahal dan sulit ditemukan.