Market Kecantikan Meroket, Gorontalo Butuh Sustainable Beauty?

Berita Kampus1081 Dilihat

SITI NURCHALIZA PANAI

(Mahasiswa di jurusan komunikasi fakultas ilmu sosial, universitas Negeri Gorontalo)

KINIGORONTALO.COM – Tren kecantikan kini menjadi sebuah kebutuhan, sudah beberapa tahun ini industri kecantikan menjadi salah satu yang berdampak banyak dalam pertumbuhan ekonomi. Popularitas dari kosmetik,perawatan wajah, badan hingga rambut menjadi incaran kalangan para remaja hingga dewasa bahkan anak-anak pun ada. Pasar media sosial mejadi pilar eksistensi branding untuk mengeluarkan jurus promosi demi meningkatan penjualan sehingga dapat mempengaruhi masyarakat untuk implusif dalam pembelian barang yang ditawarkan, bahkan tak jarang dengan harga yang mahal.

 

Perilaku konsumtif inilah yang menjadi permasalahan, lonjakan pemintaan produksi yang tinggi menjadi awal mula sampah skincare dan make-up ini memperburuk dampak berkelanjutan isu lingkungan,  contohnya produksi kemasan yang bisa mencapai angka fantastis dengan 120 miliar kemasan per tahun secara global . Sejalan dengan adanya itu, tidak hanya peran industri kecantikan yang diperlukan tetapi peran aktif masyarakat yang akan membawa perubahan dan perlahan diubah menjadi kebiasaan. Dengan menerapkan sustainable beauty , dimana masyarakat yang menggunakan produk kecantikan diharapkan lebih peduli akan lingkungan sehingga bisa lebih bijak dalam penggunaan produk kecantikan dan tidak berlebihan.

 

Berkaitan dengan hal ini Gorontalo perlu adanya inovasi baru dalam menjaga keberlanjutan isu lingkungan sebagai wujud smart enviroment menuju terlaksananya smart city, memghimbau masyarakat dan membangun komunikasi yang bagus serta pengadaan campaign terhadap masyarakat dengan sasaran utama adalah siswa remaja. Pola konsumsi skincare dan make up menjadi salah satu indikator dalam mempengaruhi anak muda di Kota Gorontalo dalam menerapkan sustainable beauty untuk menghilangkan kebiasaan seperti menumpuk sampah skincare dan konsumtif, selain itu pengelolaan sampahnya pun perlu diperhatikan terlebih dahulu.

 

Sejauh ini, sudah ada beberapa industri kecantikan yang ikut menyeruakan campaign pengelolaan sampah produk kosmetik demi menjaga lingkungan. Diantaranya, Kampanya Waste Down Beauty Up yang dilakukan oleh Sociolla yang bisa dibilang berhasil menarik perhatian para konsumen dengan cara membawa sampah bekas skincare ke toko sehingga sampah tersebut bisa terintegrasi dengan lebih baik serta memberikan reward kepada customer yang ikut berpatisipasi. Semoga market kosmetik di Kota Gorontalo bisa ikut menyuarakan hal serupa dengan kerjasama bersama pemerintah ataupun industri kecantikan indukan dari toko reseller demi menciptakan sustainable beauty yang lebih ramah lingkungan.