Fakultas Ilmu Sosial Ajak LP2M UNG Sosialisasi Bagi Dosen Untuk Pendampingan Penyusunan Proposal Penelitian/Pengabdian Bima 2024

Berita Kampus274 Dilihat

KINIGORONTALO.COM – Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas proposal guna meminimalisir kesalahan penulisan, data, dan beberapa hal penting yang menjadi poin penting dalam penulisan proposal, sehingga  bisa lolos seleksi pendanaan Bima 2024.

 

 

Fakultas Ilmu Sosial dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Gorontalo melaksanakan sosialisasi pendampingan penyusunan proposal penelitian/pengabdian Bima 2024, yang bertempat di Aula FIS, Senin (19/03/2024).

 

 

Sosialisasi ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial Dr. Zuchri Abussamad, M.Si beserta sejumlah dosen dilingkungan FIS, dengan narasumber Dr. Hasan. S. Panigoro, M.Si dan Dr. Yuszda K. Salimi, M.Si

 

Lembaga penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat, Universitas Negeri Gorontalo yang diwakili Dr. Yuszda K. Salimi memaparkan mengenai struktur penyusunan proposal penelitian, seperti struktur penulisan, jumlah kata, hingga format penilaian, sehingga bisa melewati seleksi reviewer dan lolos proses pendanaan oleh Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA).

 

“Tips yang saya dapat berikan kepada bapak ibu tercantum dalam beberapa poin, pertama, proposalnya harus bersifat baru dan inovatif, kedua, eksplorasi tema baru dan tidak menggunakan yang telah usang, kemudian tim yang solid dan multidisiplin, selanjutnya diperlukan sinergi dan networking, terakhir yaitu literasi digital seperti pemahaman barcoding, data dan social.” Ungkap Yuzsda.

 

 

Selain itu, sebagai narasumber Dr. Hasan. S. Panigoro sebagai, menjelaskan tujuan dari adanya sosialisasi sepenuhnya untuk memberikan pendampingan terhadap draft-draft proposal yang telah disiapkan sebelumnya oleh dosen lingkungan Fakultas Ilmu Sosial (FIS), yang akan diusulkan paling lambat 26 maret 2024.

 

“terdapat beberapa kendala dialami terutama dalam peningkatan skor sinta yang mengalami peningkatan 2 kali lipat, harapannya dengan sosialisasi ini dapat meminimalisir kesalahan, baik administrasi dan instansi, semoga seluruh proposal ini dapat lulus melalui tahapan seleksi di Bima Nanti.”