Ukir Sejarah Baru, Mahasiswa Jurusan PGSD Gelar EduMovie Award di Penghujung Tahun 2023

Berita Kampus1642 Dilihat

KINIGORONTALO.COM –  Mata Kuliah Pembelajaran SBDP di SD, mahasiswa PGSD angkatan semester 5 khusus kelas 5B, 5C, dan 5E menggelar kegiatan EduMovie Awards yang melibatkan 10 sekolah dasar yang ada di Provinsi Gorontalo, berlangsung di Cinema XXI Citymall Gorontalo Kamis, (28/12/20230.

EduMovie ini merupakan penayangan 8 film pendek karya mahasiswa yang mengusung tema pendidikan. Ada beberapa film yang ditayangkan di antaranya, Angan, Bring A Change, Mutiara dalam Sebongkah Karang, Cita-cita Di antara Buku, Kausal, 3 Big Mistakes, Two Sides, dan Kilas Balik.

 

Kedelapan film ini tentunya merespon berbagai isu-isu terkait pendidikan yang tengah ramai dibicarakan di Indonesia. Di antaranya film angan yang menggambar seorang guru yang melawan kasus korupsi yang terjadi di lingkungan pendidikan, Bring A Change yang menceritakan tentang seorang siswa yang disepelekan di sekolah, Mutiara dalam Sebongkah Karang yang menceritakan seorang anak yang mengidap disleksia yang kerap dirundung teman-temannya, Cita-cita di antara buku yang menggambarkan seorang anak yang disepelekan karena berasal dari daerah terpencil, Film Kausal yang merespon berbagai tindak pelaporan seorang guru yang mendisiplinkan muridnya dengan cara menghukum, 3 Big Mistake yang menceritakan seorang anak yang tidak terlepas dari 3 dosa besar pendidikan diantaran intoleran, perundungan, dan kekerasan seksual, two sides yang menceritakan dua orang siswa dengan latar belakang berbeda dengan cara belajar berbeda, serta Kilas Balik yang menceritakan anak yang mengalami perundungan dan konflik dalam persahabatan.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, Wakil Dekan , Wakil Dekan 2, Wakil Dekan 3, Ketua Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Dosen Jurusan PGSD, Kadis Kominfo Provinsi Gorontalo, Kadis Pendidikan Kota Gorontalo, Kepala Sekolah, Guru, serta Siswa yang ada di beberapa sekolah di Provinsi Gorontalo.

Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, Prof. Dr. Arwildayanto, M.Pd dalam sambutannya mengatakan bahwa ajang seperti EduMovie Awards ini bisa menjadi satu pekerjaan yang menghasilkan oleh mahasiswa dan juga sebagai inovasi baru mahasiswa untuk terus berkarya.

“Kiranya kegiatan ini dapat menghasilkan pekerjaan yang sangat menghasilkan bagi mahasiswa, jadi seorang guru tidak hanya memiliki kemampuan untuk mengajar saja, juga bisa terlatih untuk menjadi sutradara, produser, cameramen profesional, editor, dan penyunting film”, ujarnya.

Dr. Candra Cuga, M.Pd selaku Ketua Jurusan PGSD periode 2019-2023 dalam sambutannya mengatakan bahwa kiranya mahakarya seperti ini dapat menjadi role model bagi universitas lain yang ada di Indonesia. Kreatifitas, inovasi, daya cipta perfilm-an yang dihasilkan oleh mahasiswa ini diharapkan untuk dapat terus dikembangkan dan diasah agar terlatih menjadi seorang yang lebih profesional.

Selain itu, Akbar Ngau selaku ketua panitia kegiatan EduMovie Award tahun 2023 mengungkapkan bahwa kegiatan ini dapat membelajarkan kami mahasiswa selaku panitia utamanya dalam memberi sumbangsi dalam hal pengelolaan waktu dan daya kreatifitas.
Hal itu sesuai dengan apa yang di sampaikan Bapak Hendrayanto, M.Pd selaku dosen pembimbing ketika proses perkuliahan berlangsung bahwasaanya pendidikan seni merupakan pendidikan nilai dari prosesnya siswa/mahasiswa dapat menginternalisasi nilai-nilai positif dan tentu dapat memberikan pengalaman artistik.. Harapannya melalui kegiatan edumovie awadrs 2023 ini tidak hanya menjadi syarat kelulusan mata kuliah tapi dapat melahirkan sineas-sineas muda berbakat yang dapat menghasilkan karya film yang mengusung tema-tema pendidikan dan budaya khususnya budaya yang ada di kawasan teluk Tomini..

“Ucapan terima kasih kepada seluruh pihak terkait yang telah berkontribusi dalam mensukseskan kegiatan kali ini, dengan adanya project pembuatan film pendek ini kami dapat menjalin kerja sama yang baik dengan sekolah-sekolah yang membantu, melatih kemampuan kami mahasiswa dalam berakting dan beradu peran. Kiranya jika terdapat kekurangan, dapat dijadikan bahan pembelajaran pada kegiatan selanjutnya”, ujarnya