Tren dan Peluang Inovasi Startup Digital di Gorontalo

Berita Kampus639 Dilihat

KINIGORONTALO.COM  – Roadshow Gerakan Nasional 1000 Startup Digital 2023 di Gorontalo dengan tema “Technology for Change : Tren dan Peluang Inovasi Startup Digital”, dilaksanakan di Auditorium Politeknik Kesehatan Kemenkes Gorontalo, Rabu (15/11/2023).

Sub Koordinator Pengembangan dan Kerja Sama Startup Digital, Muhammad Faisal mengatakan Program dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI) ini bertujuan untuk memfasilitasi masyarakat agar dapat berinovasi dan menjadi digital enterpreneur, sehingga dapat menjawab keresahan yang ada di daerah.

“Program ini kami buat untuk memfasilitasi teman-teman agar punya jiwa dan mindset untuk berdigitalisasi dan memberikan inovasi di bidang yang teman-teman geluti, sehingga dapat menjadi solusi baru yang dapat kita beri kepada masyarakat,” ujarnya.

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Yosef P. Koton mewakili Penjabat Gubernur Ismail Pakaya, menghadiri kegiatan Roadshow Gerakan Nasional 1000 Starup Digital.

1000 Startup Digital diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi dan membuka peluang usaha baru di daerah, hal tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Yosef P. Koton dalam memberikan sambutan pada kegiatan Roadshow Gerakan Nasional 1000 Starup Digital.

“Di kita itu setiap tahunnya ada sekitar 10 ribu lulusan universitas, saya itu terus berpikir apa kira-kira yang bisa dibuat agar para mahasiswa ini dapat menciptakan lapangan kerja. Oleh karena itu, saya berharap adanya starup dapat membuka lapangan kerja baru di Gorontalo,” jelas Yosef.

Yosef memandang Gorontalo memiliki potensi yang cukup besar untuk pengembangan teknologi digital. Olehnya, ia meminta agar kegiatan roadshow tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh peserta yang ikut agar dapat meningkatkan kesejahteraan daerah.

“Kemajuan teknologi informasi digital diharapkan dapat membangun potensi yang ada di daerah kita,” harapnya

Peserta pada kegiatan roadshow tersebut berasal dari perwakilan organisasi dan komunitas yang ada di Provinsi Gorontalo. Di antaranya ada Genbi, Duta Genre Gorontalo, dan Kelompok Studi Linux UNG.