MENCIPTAKAN IKLIM POLITIK YANG DEMOKRATIS

Opini901 Dilihat

KINIGORONTALO.COM, OPINI – Isu-isu politik di tahun politik tampak mulai ramai diperbincangkan, satu persatu calon wakil rakyat mulai menampakkan dirinya baik secara langsung atau melalui sepanduk billboard dan atribut-atribut politik lainnya yang mudah di lihat di setiap ruas jalan.

 

Namun, ada hal yang menarik ketika melihat kondisi politik hari ini yang lumayan calm down, nampak fenomena sosial yang terjadi dimana pergerakan para tim sukses yang dulunya ramai mensosialisasikan calon yang dijagokannya kini terlihat lesu, ini juga terlihat dari sikap masyarakat yang sebahagian besar tidak terlalu antusias cendrung apatis dalam membicarakan mengenai siapa saja calon wakil rakyat yang tepat untuk mereka pilih pada saat pemilihan nanti (14 Februari 2024).

 

Hal tersebut masih menjadi misteri, walau gejala politik yang berkembang memberi gambaran bahwa alam demokrasi kita sedang tidak baik-baik saja.

 

Di alam demokrasi yang bebas dan terbuka untuk menyalurkan hak dan kehendak politik berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, penting untuk menjaga sikap toleransi saling meghargai meski ada perbedaan warna dan sikap serta pandangan politik itu menjadi hal yang lumrah di alam demokrasi seperti sekarang ini.

 

Tidak boleh ada satu kekuatan besar yang mencoba meretas dan mengekang kebebasan rakyat untuk menyalurkan hak dan kehendak politiknya yang dijamin oleh undang-undang. Tidak boleh ada tindakan intimidatif, diskriminatif ujaran kebencian, serta intervensi kekuasaan atau kewenangan yang mencoba mengebiri eksistensi rakyat dalam menyalurkan hak dan kehendak politiknya.

 

Sungguh sangat disayangkan ketika ada beberapa atribut-atribut calon peserta pemilu yang sebahagian telah dirusak dan dihilangkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab hanya karena mereka berbeda warna dan kepentingan politik.

 

Hal ini menandakan bahwa iklim demokrasi yang berlangsung masih jauh dari nilai-nilai politik yang santun, toleran dan demokratis.

 

Budaya politik yang tercemar tidak mencerminkan nilai-nilai demokrasi berdasarkan pancasila, harus kita posisikan kembali pada jalur yang benar. Untuk itu menjadi tugas kita bersama baik dari unsur pemerintah maupun masyarakat sipil agar senantiasa memegang prinsip dan komitmen untuk menciptakan iklim politik yang sejuk nyaman, aman partisipatif. Sehingga tercipta iklim politik demokratis yang jauh dari pelanggaran dan segala tindak kejahatan pemilu, yang bisa mencederai prinsip dan nilai-nilai demokrasi yang telah diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Penulis : ANDI ILHAM MS adalah seorang Advokat Pemerhati Konstitusi dan Demokrasi.